oleh

Kemnaker Mendorong Negara ILO Pulihkan Dampak COVID-19 Untuk Dunia Kerja

Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi dalam pertemuan Gerakan Non-Blok (GNB) mendorong agar Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization) memperkuat dukungan kepada negara anggota untuk memulihkan dampak COVID-19.

Hal itu dia sampaikan ketika pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Tenaga Kerja anggota GNB secara virtual, menurut keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

“GNB harus mendesak ILO memperkuat dukungan kepada anggota-anggotanya dalam mewujudkan pemulihan dampak COVID-19 terhadap dunia kerja, khususnya dalam tiga isu penting,” ujar Anwar, yang mewakili Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

Baca Juga  Gubernur Kaltim Menyambut Baik Kerja Sama RSUD AWS Samarinda Dan RS Dharmais

Dalam paparannya, Anwar Sanusi menyebut isu pertama yang harus menjadi perhatian ILO yakni memastikan akses vaksinasi COVID-19 yang tepat waktu, terjangkau, dan adil untuk semua negara. Menurutnya, Anggota GNB harus mendesak ILO untuk memperkuat keterlibatannya dengan WHO untuk mewujudkan tujuan itu.

“ILO harus memprioritaskan vaksinasi COVID-19 bagi pekerja kesehatan dan pekerja garis depan lainnya, serta pekerja kunci dan esensial, termasuk pelaut di semua negara yang terkena dampak,” kata Anwar dalam pertemuan yang dihadiri 120 negara anggota GNB itu.

Baca Juga  Sinar Mas Bantu dalam Pengadaan Stok Oksigen Sebanyak 1.200 Per Bulan ke Rumah Sakit

Selain itu dia mendukung upaya GNB mengatasi kesenjangan digital di antara masyarakat di dalam negeri dan antar negara serta memobilisasi peningkatan kerja sama pembangunan termasuk dukungan teknologi dan teknis bagi negara-negara berkembang.

Isu yang lain adalah mengembangkan, menerapkan, dan mengadaptasi rencana respon dan pemulihan nasional yang berpusat pada manusia, atas permintaan negara anggota. Fokus dukungan khusus harus diberikan kepada negara-negara dengan kapasitas terbatas untuk melaksanakan rencana tersebut.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas seputar konflik Palestina dan Israel.

Dia menegaskan pelanggaran berat dan berulang terhadap hukum internasional yang dilakukan oleh Israel melalui pendudukan dan agresi berkelanjutan di wilayah Palestina, secara nyata sangat berdampak pada kondisi sosial-ekonomi, tenaga kerja, dan pekerjaan di Palestina.

Baca Juga  Belanda Cemas Mendapatkan Pukulan Besar Karena Potensi Cedera Bek Matthijs De Ligt

Anwar menambahkan, sebagai anggota GNB, baik pemerintah maupun masyarakat Indonesia telah berkontribusi memberikan bantuan kepada rakyat Palestina, baik di tingkat multilateral maupun bilateral.

“Kami siap bekerja sama dengan negara-negara anggota GNB dan organisasi internasional yang relevan untuk mencapai pemulihan yang berpusat pada manusia, melalui pekerjaan yang layak, dan pertumbuhan yang inklusif untuk semua,” demikian Anwar. (*/cr3)

Sumber: antaranews.com

News Feed