oleh

Masyarakat Adat Minta Pemerintah Papua Bayar Pemakaian Air

JAYAPURA–Masyarakat adat Ohey Heram menuntut Pemerintah Provinsi Papua untuk segera membayar penggunaan air di sejumlah venue yang berada di sekitaran area stadion Lukas Enembe, seperti venue menembak, istora, dan aquatic.

Permintaan itu disampaikan oleh tokoh masyarakat Ohey Heram, Dantje Nere, S Sos, MSi yang juga sesepuh keluarga Besar Waly Nere kepada pers di Jayapura.

Kata Dantje, air yang dipasok kedalam kompleks stadion Lukas Enembe, venue menembak, istora, aquatik berasal dari mata air tanah adat Horoky di punggung gunung Cycloop milik suku besar Wali Nere yang merupakan bagian dari suku besar Oheey Heram, di distrik Sentani Timur.

Baca Juga  Bentuk Kepedulian Terhadap Antisipasi Penyebaran Covid-19, PGR Tangsel Akan Gelar Vaksinasi Massal Gratis

Penggunaan air untuk pembangunan venue-venue di sekitar kompleks Stadion Lukas Enembe telah berlangsung sejak 2017 tanpa ada kompensasi. Oleh karenanya, dia meminta Pemprov Papua membayar hak mereka.

“Kami minta agar rencana penyerahan venue-venue yang sudah rampung dibangun agar disertai juga pembayaran penggunaan air yang sudah digunakan selama ini supaya penyelenggaraan PON Oktober mendatang lancar,” pinta Dantje Nere.

Air merupakan sumber utama untuk cabang olahraga aquatik. Apabila tidak ada penyelesaian maka pasokan air ke dalam stadion dan venue aquatic untuk lomba renang, loncat indah, dan lainnya bakal macet.

Baca Juga  Indah Dinarsiani Mengabdi Menjadi ASN Selama 26 Tahun

“Air sumber utama yang mengalir ke empat kolam sebagai media utama pertandingan olahraga aquatik. Tanpa air tidak bisa ada pertandingan renang, loncat indah, dan sebagainya. Makanya kita minta pemerintah selesaikan pembayaran air,” tegasnya.

Nere mengaku belum ada itikad baik dari pemerintah untuk membayar kompensasi padahal bila dihitung air yang dipasok ke sekitar kompleks stadion sudah mencapai jutaan kubik air.

Baca Juga  Penghargaan Karya Sastra Ayat Bhuwana untuk Dahlan Iskan

“Jangan sampai terjadi pemalangan jalan masuk ke venue-venue seperti yang terjadi di Doyo. Makanya kita minta untuk pemerintah segera membayar hak-hak masyarakat adat sebelum PON XX,” katanya.

Dantje Nere kembali mengingatkan agar sebelum penyerahan venue-venue dari pelaksana proyek kepada pemerintah, pemerintah menuntaskan masalah relokasi warga dan pembayaran sumber mata air milik masyarakat adat.

“Kami minta untuk masalah relokasi masyarakat di sekitar kompleks dan masalah sumber air utama yang dipasok ke kompleks stadion segera dituntaskan,” tandasnya.(*/cr4)

Sumber: siberindo.co

News Feed