oleh

Pemprov DKI Jakarta Akan Kaji Usulan Sertifikat Vaksin Covid-19 Sebagai Syarat untuk Beraktivitas

Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta akan menggodok dan mengkaji usulan sertifikat vaksin Covid-19 menjadi syarat untuk beraktivitas, khususnya di unit-unit usaha termasuk perkantoran.

Usulan tersebut dinilai baik karena bisa mencegah terjadi risiko penularan dan menurunkan risiko keterparahan jika terpapar Covid-19.

“Saya kira itu salah satu usul yang nanti akan dipertimbangkan. Apakah memang kalau pabrik berjalan, harus vaksin dulu semua, kemudian perkantoran dan mal agar divaksin dulu baru masuk. Usul itu akan kita pelajari,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Jakarta, Kamis (29/7/2021).

Baca Juga  Kumpulan Esai: Gaduh Karya Boyke Pribadi

Menurut Riza, usulan ini juga menjadi pendorong mempercepat tercapainya target vaksinasi Covid-19 sehingga herd imunity bisa segera terwujud. Jika sudah dikaji secara komprehensif, kata Riza, pihaknya akan mengusulkan ke pemerintah pusat.

“Semua masukan apapun dari warga tentu kami akan tampung, kami akan pelajari, nanti kita akan usulkan bersama dengan satgas Covid-19 pusat dan pemerintah pusat. Prinsip seluruh warga harus segera divaksin sesuai dengan target dan rencana yang ada,” pungkas Riza.

Baca Juga  Partai Gerinda Gelar Vaksinasi Bagi Masyarakat Umum di Wilayah Provinsi Banten

Hingga Rabu (28/7/2021), jumlah warga yang sudah divaksin dosis 1 di Jakarta sebanyak 7.326.205 orang atau 83,1 persen dari target dosis 2 sebanyak 2.410.672 orang atau 27,3 persen.

Adapun target vaksinasi di Jakarta yang ditetapkan Presiden Joko Widodo agar dipenuhi pada akhir Agustus adalah 7,5 juta penduduk usia 12 tahun ke atas.

Sementara itu, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menetapkan target total 8,8 juta penduduk Jakarta divaksin untuk menciptakan kekebalan komunitas.

Baca Juga  Sikap Nicholas Saputra Tuai Pujian, Ikut Antre Panjang Saat Terima Vaksin

Capaian vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 51,6%. Sedangkan warga usia 18-59 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 87,8% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 26,5%.

Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan sebanyak 69,1% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 59,3%. Sementara vaksinasi gotong royong, untuk dosis 1 telah diberikan kepada 154.534 orang dan dosis 2 sebanyak 92.461 orang. (*/cr2)

Sumber:beritasatu.com

News Feed